Dituduh Punya Ilmu Santet, Pasutri di Malang Dimassa

Malang – Pasangan suami istri (pasutri) asal Desa Sananrejo, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, menjadi korban main hakim warga. Mereka dituduh mempunyai ilmu santet.

Mereka adalah Ba’i (50) dan Mistianingsih (45). Akibat amuk massa, Ba’i mengalami sejumlah luka serius dan sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Kasus main hakim warga ini telah ditangani aparat kepolisian dan menetapkan tiga orang tersangka. Mereka yakni Ali Mahfud (30), Yulianto (25), dan bibinya Tutik (47). Ketiganya dijerat pasal pengeroyokan dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Kasus penggeroyokan dengan tudingan dukun santet bermula ketika putri Tutik bernama Ira Setianingsih (20), sering mengalami kesurupan. Saat dalam kondisi tak sadar itu, Ira mengaku agar keluarganya meminta maaf kepada Mistianingsih.

Perkataan Ira inilah yang memicu ibunya Tutik serta sang suami Ali Mahfud dan Yulianto keponakannya mendatangi rumah korban berada persis di depan rumahnya.

Kedatangan mereka meminta pertanggung jawaban kedua korban yang dituding telah memanfaatkan ilmu hitam untuk memperdaya Ira. Percekcokan tak terhindarkan, keluarga Ba’i merasa tidak menyantet Ira menyangkal semua tudingan.

Perseteruan kemudian berlanjut kepada penganiayaan. Ba’i berulangkali dipukul menggunakan pentungan oleh Ali dan Yulianto. Korban juga diseret keluar dan menjadi bulan-bulanan warga.

Hal sama juga terjadi pada istri Mistianingsih, Tutik sudah tersulut emosi langsung mendatangi korban dan memukuli bagian wajahnya.

Mistianingsih juga diseret keluar dari tempat tinggalnya. Beruntung aksi ketiga tersangka menyulut kepada amuk massa segera bisa diredam polisi.

“Ketiga tersangka kita amankan, dan terbukti melakukan penggeroyokan,” kata Kasubag Humas Polres Malang AKP Gaib Djumargo di mapolres Jalan Ahmad Yani, Senin (14/2/2011).

Gaib menuturkan kasus penggeroyokan ini berlatarbelakang tudingan tersangka kepada korban, karena telah menggunakan ilmu hitam untuk memperdaya putri tersangka. “Korban dianggap telah menyantet, tapi tak terbukti,” imbuh Gaib.

Kini ketiga tersangka mendekam di sel tahanan Polres Malang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Link:

Blogilicious De Surabaya , sebuah catatan

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s